jeti

Love can’t reach chapter 14 (not ending)

Love can’t reach chapter 14

 

 

 

 

 

Cast :

 

 

– Jessica Jung

 

– Tiffany Hwang

 

 

– Other cast find by your self

 

 

 

Enjoy this story, many typo

 

 

 

 

*****

 

 

 

 

 

Saat hati tak lagi mengembang, saat cinta tak lagi bisa dipercaya. Saat tubuh tak lagi bisa menopang jiwa yang hancur, saat jiwa tak lagi bisa terselamatkan karena tak ada seseorang yang ingin menggapainya. Saat itulah kamu benar-benar berpikir kalau dunia ini sudah terlalu penuh walau hanya untuk menampung satu orang seperti dirimu.

 

Begitulah yang Jessica rasakan saat ini, dia merasa kalau mendapatkan cinta yang pantas untuk dirinya itu tidaklah mungkin. Mungkin saja semua orang memang sudah mendapatkan kekasih hatinya masing-masing, sehingga siapapun yang akan Jessica cintai tidak akan membalas mencintainya juga.

 

Jessica ingin sekali untuk pergi tidur dan berharap keesokan harinya dia terbangun dan semua ini hanyalah salah satu mimpi buruk yang mengganggu tidurnya. Tapi sayangnya inilah yang yang sedang Jessica alami.

 

Jessica mengendarai mobil dengan pikiran tidak sepenuhnya pada jalan yang ada di depannya, pikirannya jelas sedang berkeliaran entah kemana. Perasaan Jessica sudah hancur, hatinya sudah cidera dengan kejadian yang berturut-turut menimpanya.

 

Air mata Jessica seolah tidak dapat tertolong lagi, tangisnya bahkan tidak dapat berhenti walau Jessica mencoba berkali-kali memejamkan matanya yang bahkan membuat airmatanya semakin deras.

 

Nafas Jessica yang tercekat dan sesenggukan yang semakin menjadi, jelas membuat dada Jessica semakin sakit terasa. Bukan hanya karena kejadian yang barusan terjadi tetapi juga karena tangis yang tidak mau berhenti. Tangannya bahkan terkepal di depan mulutnya berusaha untuk meredakan suara tangisnya yang Jessica tahu itu bahkan sia-sia.

 

Jessica sesekali memukuk-mukul dadanya agar kesesakan di dadanya dapat berkurang, tetapi bukannya berkurang. Tangis Jessica semakin menggema di penjuru mobilnya, sungguh hati Jessica benar-benar hancur. Harga dirinya pun semakin terluka. Jessica semakin merasa kecil, merasa sangat tidak berharga.

 

Apa yang sebenarnya terjadi dengan oppanya, seingat Jessica dia adalah seseorang yang selalu memikirkan sesuatu yang akan dia lakukan. Tapi sekarang seolah otaknya hanya dipenuhi oleh nafsu binatang dan tidak peduli dengan semua yang ada disekitarnya.

 

Bagaimana bisa dia menjadikan alasan yang tidak masuk akal untuk kecurangan yang telah dia lakukan, bukankah cinta adalah sesuatu yang murni yang hanya ingin melihat seseorang yang dia cintai selalu disampingnya dengan bahagia tanpa ada niat lainnya.

 

Jessica akan merasa sangat terhianati jelas kalau dia yang menjadi kekasih oppanya.

 

Tunggu!!

 

Bukankah Jessica mengenal siapa kekasih oppanya, bahkan Jessica mengenalnya dengan baik. Apakah kekasih oppanya sudah tahu akan kecurangan yang oppanya lakukan, ataukah dia masih terlarut dalam dusta yang oppanya coba tutup-tutupi.

 

Bagaimana kalau kekasih oppanya atau dia harus menyebutnya Tiffany, tau kalau kekasih yang sangat dicintainya itu berhianat dengan brutal di belakangnya. Oh, pasti Tiffany akan makin terpuruk menerima kenyataan ini. Belum selesai kesedihan Tiffany tempo hari yang Jesica belum tahu alasannya, sekarang Tiffany harus menerima kenyataan kalau kekasihnya telah berhianat.

 

Pasti Tiffany akan semakin hancur menerima kesedihan ganda yang dialaminya, Tiffany pasti sangat membutuhkan seseorang di samping untuk menenangkannya. Tetapi siapa orang yang bisa menenangkannya, kalau Jessica sendiri saja sekarang dalam kondisi hati yang sama tidak baiknya.

 

Saat Jessica nanti berada di samping Tiffany, bisa dipastikan kalau Jessicalah yang akan menangis bukan sebaliknya. Dengan nafas yang masih sesenggukan Jessica tetap berusaha melajukan mobilnya.

 

Setelah sampai ke tempat yang di tuju, Jessica pun keluar dari mobil dan berjalan pelan. Sangat pelan seolah-olah baru besok siang Jessica baru akan sampai ketempat yang di tuju padahal hanya sekitar 10 meter jarak yang harus ditempuh.

 

Setelah sampai, Jessica dengan perasaan kacau mulai menyiapkan dirinya untuk pekerjaan yang lebih keras setelah ini. Perlahan Jessica merenggangkan otot tangan dan kakinya yang kaku setelah perasaannya yang terkuras.

 

Perlahan Jessica menapakkan kakinya agak ke atas bersiap untuk berpijak lebih tinggi, dengan perlahan tapi pasti tubuh Jessica naik ke atas dengan seluruh kemampuan yang dia punya.

 

Sudah agak lama Jessica tidak melakukannya membuat kemampuan fisiknya dalam memanjat sedikit berkurang. Setelah menemukan dahan yang di tuju, Jessica pun langsung menapakkan kakinya ke jendela yang berada tepat disebelah dahan itu.

 

Jendela yang selalu terbuka kecuali malam hari itu entah kenapa terlihat sangat membuatnya membuatnya rindu, dengan hati-hati Jessica melewati jendela itu dan perlahan masuk ke dalam ruangan itu.

 

Saat Jessica sudah masuk kedalam dia melihat ke seluruh ruangan, tetapi Jessica tidak melihat penghuni ruangan ini. Jessica pun menunggu sang pemilik ruangan atau lebih tepatnya kamar itu dengan berbaring di ranjang yang ada di depannya.

 

Jessica pun dengan segera membanting tubuh lelahnya denghan sedikit melompat ke arah ranjang itu, saat tubuh Jessica sampai di ranjang itu dengan sedikit bergoyang-goyang karena guncangan dari lompatan Jessica tadi. Sungguh sensasi yang Jessica suka, belum lagi aroma yang terdapat pada bantal ranjang ini saat Jessica menghirupnya.

 

Jessica dengan posisi tengkurap dengan wajahnya saat ini terkubur pada bantal ranjang ini, sangat nyaman dengan posisi ini walaupun Jessica bernafas dengan sedikit kesulitan. Saat nafas Jessica sedikit sesak, Jessica pun menolehkan wajahnya kesamping agar dapat bernafas dengan leluasa tapi dengan posisi tubuh yang tetap tengkurap.

 

Jessica tetap bisa menghirup aroma dari bantal ini, aroma strowberry yang lembut dan itu mungkin dari parfum pemilik kamar ini yang tertinggal di bantal ini. Yang memang seingat Jessica aroma ini adalah parfum pemilik kamar ini yang memang sedari dulu tidak pernah berubah, dan Jessica menyukainya.

 

 

****

 

 

Tiffany yang sedang berjalan ke arah kamarnya dengan membawa biskuit dan coklat panasnya untuk teman membaca materi ujiannya besok, Tiffany harus belajar seharian ini untuk mempermudahnya mengingat materi-materi yang sudah dia pelajari selama ini.

 

Sesaat Tiffany menghela nafas berat, hari ini akan dihabiskannya dengan menguras otak. Sungguh mengesalkan.

 

Tiffany sudah sampai di dalam kamarnya, saat Tiffany akan meletakkan biskuit dan coklat panasnya di laci dekat ranjang. Alangkah terkejutnya Tiffany melihat ada seseorang yang tertidur di ranjangnya dengan terkurap. Tiffany sampai hampir menjatuhkan makanan yang ada di tangannya, kalau saja Tiffany tidak memeganginya lebih erat.

 

Setelah meletakkan makanannya dengan asal, Tiffany pun meraih buku kuliahnya yang lumayan tebal dan dipeganginya di depan dada dengan erat. Tiffany pun memutari ranjangnya dengan mengendap-endap agar bisa melihat wajah penyusup itu.

 

Saat Tiffany sudah berhadapan dengan wajah sang penyusup itu, tangan Tiffany yang sudah terangkat tinggi pun seketika itu juga langsung membeku. Dengan tangan masih di atas kepala Tiffany mengamati wajah sang penyusup itu.

 

Oh tuhan. Dia bukan seorang penyusup, tetapi seseorang yang dia kenal betul.

 

Bagaimana bisa Tiffany lupa kalau dia punya seseorang yang mempunyai keahlian untuk datang kapan saja ke kamarnya ini. Seseorang yang saat ini Tiffany pandang wajahnya walau wajah yang ada dihadapannya kini hanya terlelap.

 

Saat ini Tiffany dengan posisi berjongkok agar dirinya dapat sejajar dengan wajah penyusup itu atau Tiffany biasa memanggilnya Jessica.

 

Tiffany yang sedang menelusuri wajah Jessica dengan tatapannya itu, tetapi saat tatapannya tertuju ke kedua mata Jessica.

 

Saat itu juga dada Tiffany terasa sakit, bagaimana tidak kalau Tiffany melihat mata Jessica yang masih tertutup itu terlihat ada bekas-bekas air mata disana. Bekas-bekas air mata yang bukan hanya di kedua mata Jessica, tetapi juga sampai di kedua pipi Jessica.

 

Sungguh Tiffany sangat senang saat melihat Jessica di hadapannya, tapi saat melihat Jessica tertidur dengan keadaan menangis seperti ini membuat hati Tiffany merasa sakit melihatnya. Bagaimana bisa Jessica sampai seperti ini. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Jessica.

 

Pasti sesuatu yang menyakitkan, saat kamu menangis diseluruh waktumu sampai pada tahap kamu kelelahan dengan tangismu itu dan tertidur. Pada saat itulah titik dimana tidak ada yang bisa menghentikan tangismu, tangis yang sangat menyakitkan pastinya.

 

Tetapi perlahan Tiffany lega karena Jessica memilih datang ke tempatnya pada saat seperti ini, bukan ke tempat yang bisa membahayakan jiwanya. Jadi Tiffany dapat menemani Jessica di saat sedihnya kini.

 

Perlahan Tiffany memilih untuk berbaring di sisi ranjang Tiffany yang kosong, Tiffany tidur menyamping menghadap punggung Jessica. Tiffany tahu hari masih menunjukkan waktu senja, tetapi dengan Jessica berbaring di ranjangnya. Tiffany tidak bisa membiarkannya sendiri, apalagi dengan keadaan Jessica yang seperti ini.

 

Apalagi saat kamu melihat orang yang kamu cintai berbaring di ranjangmu dengan tiba-tiba, apakah kamu tidak mempunyai niat untuk merengkuhnya dalam tidur yang lelap pula.

 

Dan disinilah Tiffany, berbaring diranjangnya dengan melihat pemandangan yang sebelumnya tidak pernah dia sadari keindahannya. Tiffany bahkan tidak dapat mengerti, bagaimana bisa memandang punggung Jessica adalah hal yang menenangkan buatnya. Bagaimana bisa melihat punggungnya yang bergerak perlahan karena efek dari nafas teratur yang dihasilkan Jessica dapat begitu menarik bagi Tiffany.

 

Perlahan tangan Tiffany terulur ke arah punggung Jessica, Tiffany meletakkan tangannya disana dengan hati-hati. Tiffany menempelkan tangannya dengan punggung Jessica merasakan suhu tubuh Jessica yang menenangkan.

 

 

 

 

Tbc….

 

 

 

******

 

 

 

Heeeeiii apa kabar

Gimana fake ending-nya di chap sebelumnya hahaha

Gak tau kenapa kok tiba2 pgn buat sad ending kyk gitu

Karena emang dari awal ini oneshoot sad ending mungkin ya

Oh ya saya ngepost ini karena besok udah idul fitri πŸ™‚

Minal aidzin wal faidzin ya maap2in salah2 saya πŸ™‚

 

 

 

Advertisements

17 thoughts on “Love can’t reach chapter 14 (not ending)”

  1. Fiuh. Kirain yg kemarin itu ending nya ampe bingung dan cengo aku ga ngerti.
    Ha……… Lega nya masih bersambung. 😊
    Minal aidzin walfaidzin juga ya mohon maaf lahir dan bathin. πŸ˜ƒπŸ˜Š

    Jail nya kena banget. πŸ˜’

    Like

  2. HEOLLL.. kaget thor, knp bisa ada 2-_- chap 14 nya, ternyata ehhhhh.. syukurrrrrr deh, ga jdi mati dan tragis, yeayyyy ✌ hidup jeti😘😘😘😘

    Like

  3. Huaaa!!
    Jeti back!!
    Im very happy~
    Jeti bersama2 lagi😁
    Jeti forever~
    Next kk~
    saya mengucapakan selamat hari raya idul fitri~
    Minal aidzin wal fa idzin mohon maaf lahir dan batin. Kalau saya punya salah saya minta maafπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜Š

    Like

  4. Sad ending nya…. Membuat tdk ingin berkomentar..
    Tapi ini.. Awal dari part manis keknya wkwkwk
    Itu udh mau moment manis tinggal ketwmu aja dan ada percakapan ..
    Dah ada pencerahan keknya wkwkwk

    Like

  5. huh dikira yg kemarin tu ending’a ampe greget dan kecewa jd ga komen dah dsna hehe
    ayolah bkin jeti bersatu, kan sama” g patah hati tu jd buat mrka lbh menyadari prasaan mrka yg emang membutuhkan satu sama lain dan ga bisa berpaling *ngomong apa sih daku haha
    lumayan lama nunggu jd lupa dan ga trlalu dpt upil’a *eh

    Like

  6. hi long time no see author~nim. wah 1 minggu yang lalu ini, aku ketinggalan. kirain benerang yg waktu final chap, klo iya bener2 tragis kisah cinta mereka. semoga hubungan mereka kedepan menemukan titik terang. kasian mereka menderita terus. mereka pantas untuk mendapatkan kebahagiaan kelak. salut sama jessi disini. patut di tiru. makasih udh mau luangin waktu buat bkn ff. i loke your story. keep writing author~nim. Love Ya!!!

    Like

  7. Wkwkwkwk… untung fake ending wkwwkwk…
    awww.. so sweet bgt sih mereka wkwkwk…😍😍😍😍😍

    Like

  8. Wahh daebak aq tertipu kirain chap sebelumnya beneran sad ending… Tp untunglah itu fake… Pengen liat jeti manja2 an

    Like

  9. Pinter bgt y author bikin deg…degan….
    Mng sica hrs plg n rumah itu adl tiffany.sm2 dikhianati oleh org yg sm….mrk slg mbthkn utk bisa bngkit gapai cinta mrk..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s