jeti

Love can’t reach chapter 10

Love can’t reach chapter 10

 

 

Cast :

 

– Jessica Jung

 

– Tiffany Hwang

 

– Other cast find by your self

 

 

 

Enjoy this story, many typo

 

 

****

 

Mata Tiffany dalam mode elang saat ini, kakinya sudah mengelilingi dua lantai gedung ini. Tangannya bahkan sudah membawa sekitar 4 paper bag dan Tiffany belum merasa cukup.

 

Hasratnya untuk mencari barang yang mungkin tidak terlalu dia butuhkan ingin dibelinya saat ini, dirinya sedang ingin membuat tangannya mempunyai beban berat hari ini.

 

Dia sedang berada di salah satu mall ternama di lingkungannya, awalnya dia ingin mengajak Krys oppanya untuk menemaninya tapi lagi-lagi hanya penolakan yang didapat. Memang Tiffany tidak bilang ingin mengajaknya untuk ke mall karena sudah bisa dipastikan Krys akan menolaknya, laki-laki memang tidak bisa diharapkan dalam hal menikmati waktu belanja. Memang Krys oppa tidak mengeluh saat diajak berbelanja, tapi dia akan selalu melihat kearah jam tengannya dan itu membuat Tiffany terganggu. Itu seolah Krys ingin segera pergi dari tenpat ini dan mungkin memang Krys oppa tidak nyaman dengan aktivitas belanjanya.

 

Dan saat Krys oppa menolaknya untuk alasan pekerjaan tadi, Tiffany bilang dia hanya akan berada dirumah dan memang awalnya dia ingin mengurungkan niatnya untuk mengelilingi mall ini. Tapi lihatlah dia sekarang seperti orang yang kerasukan.

 

Mengingat Krys yang selalu menolak ajaknya untuk keluar Tiffany merasa miris dengan hubungannya saat ini, hubungan mereka yang bahkan belum genap satu tahun seolah terasa hambar dirasakan. Seharusnya dalam umur hubungan yang baru sebentar itu bukankah masih terasa hangat, tapi tidak untuk mereka. Tidak ada lagi pertemuan intens antara mereka, tidak ada keinginan saling memberi kabar.

 

Krys maupun Tiffany sama-sama tidak ingin memulai, Tiffany yang awalnya selalu memulai akhir-akhir ini mulai bosan kalau hanya dia yang ‘berusaha’ sendiri. Krys oppa yang disayanginya seakan mulai menjauh darinya karena alasan pekerjaan.

 

Dalam hati Tiffany ingin menanyakan perubahan yang ada di diri Krys, tapi Tiffany selalu merasa tidak enak kalau menanyakannya kepada Krys pun perihal baju yang ditemukannya dikamar Krys tempo hari itu. Dia merasa Krys terlalu baik hati dan dia takut menyakiti hati Krys kalau menanyakan. Dia berniat ingin mencari tahu sendiri tentang semua ini tanpa menanyakan apapun pada Krys.

 

*****

 

Setelah lelah mengelilingi mall dan mendapatkan semua yang dia mau, Tiffany memutuskan untuk pulang kerumahnya. Dia benar-benar puas hari ini, walaupun berbelanja sendirian tapi Tiffany bisa memuaskan hasratnya.

 

Saat mobil Tiffany melaju di sekitar kawasan cafe, terlihat beberapa cafe yang sedang ramai pengunjung karena memang ini adalah jam makan siang.

 

Dan tiba-tiba saja perut Tiffany berbunyi seiring dia melihat orang-orang yang ada didalam cafe itu makan dengan nikmatnya. Dalam diam dia mengutuk laju kendaraan yang lambat sehingga dia bisa melihat keadaan di dalam tiap cafe-cafe dan itu semakin memperburuk rasa laparnya.

 

Terlihat beberapa orang sedang menikmati makanannya, ada juga yang hanya sekedar menikmati minuman dan cemilan ringan yang disediakan cafe-cafe tersebut. Tapi saat sekilas dia melihat ada orang yang tidak sedang menikmati apa-apa, hanya menompang dagunya tanpa ada apa-apa diatas mejanya.

 

Dalam hati Tiffany bertanya kenapa orang itu tidak memesan apa-apa dan hanya duduk saja. Saat Tiffany terus melihat orang itu, dia tersadar kalau orang tersebut bukan hanya sekedar seseorang. Tiffany mengenal orang itu, dalam diam dia terus melihat tingkah laku orang itu. Tidak lama kemudian Tiffany memutuskan untuk menghampiri orang tersebut, karena dia memang dari awal ingin makan sesuatu disalah satu cafe di tempat tersebut.

 

Saat lalu lintas memungkinkan, Tiffany membelokkan mobilnya ke arah cafe tersebut untuk memarkirkan mobilnya.

 

Setelah urusan dengan parkiran mobilnya selesai Tiffany langsung memasuki cafe, tentu saja semua tas belanjaannya tadi dia tinggalkan di mobil. Tiffany mengedarkan pandangannya ke penjuru cafe, saat matanya menemukan sosok tadi yang dilihatnya yang tetap setia melihat kearah luar jendela.

 

Tiffany pun langsung menuju kearah meja orang tersebut, tak terasa saat langkah kaki Tiffany semakin mendekati orang tersebut senyum Tiffany sedikit demi sedikit semakin mengembang.

 

Saat Tiffany berdiri tepat disamping meja orang tersebut, orang itu bahkan belum menyadari ada Tiffany yang sudah berdiri di situ. Orang itu masih saja mengamati kesibukan orang-orang yang terlihat berlalu lalang di trotoar depan cafe itu, dalam diam Tiffany melihat betapa imutnya ekspresi melamun orang didepannya ini.

 

Karena tidak tahan dengan tingkah menggemaskannya orang itu, Tiffany pun langsung saja menyondongkan tubuhnya ke arah orang itu dan langsung mengecup puncak kepala orang itu kilat.

 

Tentu saja orang tersebut terkejut dengan tingkah frontal Tiffany, saat orang itu menolehkan kepalanya ke arah Tiffany. Ekspresi yang awalnya terkejut langsung berubah menjadi senyuman cerah.

 

Orang itu pun langsung berdiri dan memeluk Tiffany erat seakan bertahun-tahun tidak bertemu.

 

“Tiiiff, apa yang kamu lakukan disini?”. Tanya orang itu masih tetap memeluk Tiffany.

 

“Baru saja selesai berbelanja, Jessi”. Jawab Tiffany sambil terkekeh.

 

“Shopping??? And you don’t wanna take me?. How cruel you are”. Balas Jessica dengan muka cemberut.

 

“Hahaha, sorry. Next time, ok”. Jawab Tiffany sambil mengambil tempat duduk berhadapan dengan Jessica.

 

“Mengapa kamu tidak memesan apa-apa, Jessi?. Apakah kamu memang berniat duduk dengan gratis di sini?”. Tambah Tiffany.

 

“Hahaha, ayo pesan sesuatu. Kamu pasti juga lapar setelah waktu shoppingmu tadi”

 

Tiffany pun hanya menjawab dengan anggukan berulang-ulang.

 

 

****

 

Tidak beberapa lama pesanan mereka datang, Tiffany dengan american lunch-nya dan Jessica dengan rissoto-nya.

 

Mereka pun menikmati makan siang mereka dengan lamban, karena tiap sendokan mereka selalu diselingi dengan candaan dan sibuk mengomentari orang yang ada disekitar mereka. Bagi Tiffany hari ini sungguh sempurna, dia pikir tidak akan ada yang bisa merusak harinya asal Jessica disampingnya.

 

Sesekali Jessica menjulurkan tangannya ke arah Tiffany mengelus rambut Tiffany pelan, Tiffany terlihat imut saat sedang makan seperti ini pikir Jessica.

 

“Iya masih…ok…ok”. Kata jessica pada telfon genggamnya saat sebelumnya terlihat ada panggilan masuk dari benda itu. Jessica kembali menatap Tiffany dan melemparkan senyum, Tiffany pun membalas senyuman Jessica. Apa dia bilang, dia semakin yakin harinya tidak akan memburuk.

 

Saat mereka masih asik dengan makanan mereka, lalu tiba-tiba saja ada seorang gadis yang berhenti di samping meja mereka dan mencium pipi Jessica kilat. Tentu saja hal itu membuat Tiffany kaget, siapa yang berani menyentuh Jessicanya. Saat Tiffany mengarahkan pandangannya ke wajah gadis itu, mata Tiffany yang awalnya menajam menjadi membulat.

 

“Aku benar-benar minta maaf Jessica, bis yang aku tumpangi tidak mau berjalan cepat. Belum lagi lalu lintas gila ini”. Ucap gadis itu

 

“It’s ok Taeng, aku pikir kamu tidak jadi datang tadi”. Ucap Jessica dengan menggeser duduknya, sehingga sekarang Tiffany duduk berhadapan dengan gadis itu.

 

“Tentu aku akan datang, hanya tadi file untuk atasanku sedikit ada yang harus diperbaiki”.

 

“Maka dari itu bukankah tadi lebih baik aku menjemputmu”. Ucap Jessica merangkul bahu gadis itu dan sedikit mengelusnya.

 

“Oh, iya Taeng. Kenalkan ini Tiffany. Tiffany ini Taeyeon”. Seakan Jessica baru tersadar kalau didepannya ada orang yang sedari tadi ‘menikmati’ kedekatan mereka.

 

Tiffany dengan setengah hati menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan tersenyum seperlunya. Sialan Jessica, dia bahkan berani berdekatan dengan gadis tidak jelas ini padahal jelas-jelas Tiffany ada dihadapannya. Awas saja kalau Jessica berani lebih dari ini.

 

Belum selesai Tiffany dengan pikirannya, tingkah Jessica dan Taeyeon atau apalah itu semakin membuatnya makin memanas.

 

“Apa yang kamu makan Jessica, tadinya kipikir kamu sudah pulang kau tahu”. Ucap Taeyeon dengan manja.

 

“Rissoto, kau mau mencoba. Aku punya banyak waktu jadi aku akan menunggu sampai kamu datang”. Kata Jessica sembari tangannya menyodorkan suapan untuk Taeyeon.

 

Taeyeon dengan senang hati menerima suapan dari Jessica dan tersenyum setelahnya.

 

Jessica menyuapi rissoto miliknya kepada Taeyeon terus menerus, sambil bercanda dan menggoda satu sama lain. Bahkan sampai rissoto itu tinggal sedikit. Padahal tadi rissoto itu saat bersama Jessica hanya berkurang beberapa sendok, sungguh seperti trik sulap. Sebentar dia menyuapi Taeyeon, sekarang rissoto itu sudah berkurang drastis. Memang berada didekat Taeyeon sungguh membuatnya lupa waktu, mungkin juga lupa segalanya hanya ada Taeyeon sebagai perhatiannya.

 

Sesekali Jessica membersihkan sudut bibir Taeyeon yang sedikit belepotan saat dia menyuapinya, dan juga mengusap-usap rambut Taeyeon karena dengan pintar melahap rissotonya.

 

“Mengapa hanya aku yang memakannya?, kamu pun juga”. Ucap Taeyeon menyadari hanya dia yang menikmati makanannya. Diambilnya sendok dari tangan Jessica dan sekarang bergantian Taeyeonlah yang menyuapi rissoto yang tinggal sedikit itu.

 

Dan tanpa mereka sadari sedikit pun, diseberang mereka yang bahkan masih dalam meja yang sama. Ada seseorang yang sudah mengeluarkan api dari kedua matanya. Bahkan sejak Taeyeon atau siapapun itu baru datang sampai sekarang sudah membuat Tiffany ingin mengumpat ke arah wajah perempuan yang tidak tahu malu itu.

 

Bagaimana bisa dia bermanja-manja kepada Jessica sedangkan orang yang berhak untuk menyentuh Jessica hanyalah Tiffany. Taeyeon yang hanya orang baru bisa-bisanya berdekatan dengan Jessica sedekat itu, benar-benar tidak tahu posisinya kalau dibandingkan dengan Tiffany yang sudah mengenal Jessica bahkan sejak Jessica belum bisa menyebut huruf R.

 

Bahkan dengan lancangnya Taeyeon menyuapi Jessica dengan tangan kurusnya itu, apakah dipikirannya itu Jessica lumpuh atau bagaimana sehingga harus butuh disuapi. Kalaupun Jessica tidak bisa makan dengan tangannya, yang berhak menyuapinya hanyalah Tiffany, bukan yang lain. Tiffany yakin kalau rissoto itu menjadi pahit dengan tiba-tiba saat Taeyeon yang menyuapi.

 

Jessica pun juga apakah tangan Jessica itu tidak punya malu sampai-sampai menaruh tangan kirinya dipundak Taeyeon, bahkan saat menyuapi Taeyeonpun tangan kirinya itu tidak mau lepas. Tiffany penasaran apakah disana ada pelekat atau semacamnya, kalau iya Tiffany akan melekatkan tangan Jessica dengan tangan Tiffany saja.

 

Bagaimana bisa Jessica menyentuh gadis lain saat Tiffany ada didepannya, yang membuatnya lebih ingin meledak adalah Jessica.tidak.memandang.Tiffany.sama.sekali.

 

Demi tuhan Jessica bahkan tidak mengarahkan pandangannya sama sekali kearah Tiffany. Tiffany curiga apakah Jessica bahkan menyadari kalau Tiffany meninggalkan meja ini dan memilih pulang, mungkin saja Jessica bahkan akan lupa kalau Jessica tadi sedang makan dengan dia sebelumnya.

 

Sungguh dua perempuan di depannya ini benar-benar membuatnya muak, mereka bermesraan seolah Tiffany memiliki kekuatan menghilangkan tubuh atau semacamnya. Demi tuhan Tiffany sedang ada di depan mereka berdua dan Tiffany kehilangan nafsu makannya sama sekali padahal jelas-jelas Tiffany tahu bagaimana laparnya dia tadi.

 

Muak dengan kedua orang itu, akhirnya Tiffany memilih meneguk ice americano-nya saja. Saat Tiffany akan meraih minumannya, entah kenapa tangan Tiffany terlalu bertenaga saat mengambil minuman itu. Jadi bukannya menggapai minumannya, Tiffany malah mendorong minuman itu.

 

Dan….ups, seperti halnya sihir. Minuman yang masih banyak dan potongan es yang masih penuh itu pun tumpah dan terdorong agak ke seberang meja yang sangat kebetulan sekali ada Taeyeon yang duduk di hadapan Tiffany.

 

“Oh ya ampun aku minta maaf, Taeyeon. Tanganku tergelincir tadi”. Ucap Tiffany dengan wajah menyesal. Taeyeon pun otomatis berdiri saat minuman itu tumpah ke bajunya.

 

“Tidak apa-apa Tiffany”. Jawab Taeyeon sambil tersenyum kilat, tangan Taeyeon masih sibuk mengusap-usap bajunya yang basah itu.

 

“Aku benar-benar menyesal Taeyeon, maafkan kecerobohanku”. Ucap Tiffany lagi masih dengan wajah tidak enaknya.

 

“Tidak apa, setidaknya aku tahu bagaimana segarnya minumanmu tanpa aku mencicipinya”.

 

“Sepertinya aku harus ke toilet dulu”. Tambah Taeyeon sembari berjalan.

 

“Aku ikut Taeng”. Jessica akhirnya berucap dan mengikuti langkah Taeyeon.

 

 

***

 

Setelah beberapa lama Taeyeon dan Jessica pun kembali. Β Saat Taeyeon melewati Tiffany, Tiffany mencium aroma parfum Taeyeon sekilas yang masih tercium aroma americanonya disana dan sedikit aroma yang familiar disana. Mungkin seperti aroma parfum teman-teman kampusnya batin Tiffany, tapi Tiffany tidak memikirkannya lebih jauh.

 

Jessica pun menyusul dari belakang Taeyeon dengan santai.

 

“Kami akan pulang dulu Tiff, Taeyeon harus mengganti bajunya”. Ucap Jessica saat sudah berada di mejanya sambil meraih tasnya.

 

“Aku sudah membayar makanan kita, lanjutkan saja makanmu”. Sambung Jessica.

 

“Ok Jessie, aku benar-benar menyesal pertemuan pertama kita berakhir seperti ini Taeyeon”. Ucap Tiffany pada keduanya.

 

“Tidak apa, lain kali kita bisa bertemu bertiga lagi”. Jawab Taeyeon sambil mengibas-ngibaskan bajunya masih basah.

 

“Ok Tiff, lain kali aku akan main kerumahmu. Kami duluan ya”. Kata Jessica sambil mengecup pipi Tiffany kilat dan melangkah keluar dari cafe itu dengan Taeyeon.

 

Tiffany pun masih menatap mereka berdua sampai sosok mereka menghilang. Seharusnya hanya Taeyeon saja yang pulang kenapa harus Jessica pun juga ikut, percuma saja dia mendorong minumannya yang masih belum tersentuh tadi. Niatnya untuk mengusir Taeyeon malah berakhir dengan dia yang sendirian lagi sekarang.

 

Dengan menggebu Tiffany menyendok makanannya dengan kasar, seakan yang dia makan bukanlah makanan tetapi Jessica. Dia sangat ingin memakan Jessica hidup-hidup sekarang, untung saja Jessica tadi sempat mengecupnya sekilas. Kalau tidak, saat Jessica melangkah pergi tadi Tiffany akan langsung menarik rambut Jessica dan menyuruh Jessica tetap disampingnya.

 

 

 

 

Tbc….

 

 

****

 

 

Heiii apa kabar?

Tuh taenysic udah ketemu, gimana feelnya? Dapet enggak. Maap kalo ceritanya hambar

 

Gak terasa udah sampai di chapter 10 πŸ™‚ , makasih ya yang selalu dan terus terus komentar dan tetep support wp abal2 ini dan selalu kasih masukan yang membangun.

 

Saya selalu menghargai semua reader yang setia komentar bahkan dari chapter 1, saya lagi mikir aja gimana caranya berterima kasih bukan hanya omongan ‘makasih’ aja tapi ada bentuk nyata.

 

Sekali lagi terima kasih:-) πŸ™‚

 

Advertisements

31 thoughts on “Love can’t reach chapter 10”

  1. hahahaha poor tiffy yg di abaikan ama jessi.
    jessi jg keterlaluan. apa jessi sengaja berakting mesra ama taeyeon di depan tiffy?. mungkin jessi pengen liat reaksi tiffy gimana kalau jessi bermessraan ama orang lain?.
    kasian juga ngeliat tiffy di abaikan begitu. tiffany jadi orang kesepian. krys oppa yg udah jarang Kasih perhatian dan jessi yg mengabaikan nya. tiffy oh tiffy. πŸ˜”

    Like

    1. Hei 1st comment πŸ™‚ , wah wah itu natural gak yah hahaha
      Iya kesian emang ntiff disini dicuekin mereka berdua πŸ™‚
      Komenmu panjang tp serius bngng mau jawab apa, mgkn jawabanx ada di chap Selanjut2nya πŸ™‚
      Thanks for comment πŸ™‚

      Like

  2. ngenes bnr kamu tiff, udh mah diabaikan ma krys eh malah ditambah diabaikan adek’a haha
    jessie sengaja kali ya pngen buat tiff cmburu atau emang udh berpaling ke tae?
    lah tu parpum tae bkn parpum dibaju yg ditemuin dikmar krys kan?
    sabar tiff, niat mau usir nyamuk malah sama jessie’a ikut prgi haha

    Like

    1. πŸ™‚ πŸ™‚ mgkn jessica bimbang πŸ™‚ entahlah
      Hahaha iya ngusir nyamuk ya itu namanya πŸ™‚
      Thanks for comment πŸ™‚ komenmu kagak prnh dikit, mesti panjang πŸ™‚

      Like

  3. Hahahaha duhh nakutin yaa kalau fany lgi cemburu gituu
    Nihh antara cemburu fany yg berlebihn atau sica dan taeng yg udah mulai suka sampai fany diabaikan gini sih hahaha
    Kasian si fany sampai segitunya cemburunya

    Like

  4. asiiiik update. kirain yang di dlm cafe itu krys. btw aku suka sangat suka liat fany cemburu gitu.. segera perbaiki hubungan ya fany klo kepengen sama jesse terus. tapi liat njess ma taeng kyk gitu apa mungkin jesse mulai suka ma taeng ??

    Like

    1. Hahaha iya kah? Bosen ya liat cdmburu yang menyayat hati hahaha
      Iya sabar yak, ikutin alurx saja πŸ™‚
      Siapa coba yg gak suka taeyeon πŸ™‚
      Thanks for comment:-)

      Like

  5. lah jangan2 kaos yg tiff temuin dikamar krys punya taeyeon lg…wah baguuusss…seru seru seru nih klo bner krys ama tae punya hubungan..

    Like

  6. Sorry thor, gue baru baca niih, soalnya gue banyak tugas jd gue nggk tau sdh chap 10.heheh
    aduhh tiffy diabaikan oleh mereka, kasihan tiffy. hhmm btw taeyeon memilki atasan?, apakah atasannya itu adalah krys?.dan bau parfum taeyeon, sepertinya mirip bau parfum baju yg ditemukan oleh tiffany semoga aja bener. ,, hhmm gue tambah penasaran niih,,
    jeti always forever..
    feelnya dapet banget,,
    Next yaa!!
    Thanks thor~

    Like

  7. Kok sebel ya liat jessica sm taeyeon bermesraan di hadapan tiffany wkwkwkwk…
    mungkin aku dan tiffany memiliki ikatan batin yg sm wkwkwk….
    #bercanda
    entah kenapa aku berfikir bahwa kalau bau parfum taeyeon sm dengan bau parfum baju yg ada di kamar krys itu dan menurut teoriku bahwa baju itu merupakan kepunyaan dari taeyeon itu…
    tp itu hanya teoriku wkwkwkwk…
    LANJUT TERUS BUAT FFNYA SOALNYA SUKA BANGEEEEEETTT…wkwkwkwk…
    ALWAYS KEEP FIGHTING!!!!
    πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    Like

      1. Siap~~
        aku selalu tunggu chap selanjutnya utk refreshing hbs bljr buat ujian wkwkwk…
        Kalau hbs baca ff gitu energiku terkumpul lg gitu loh wkwkwk…πŸ˜‚
        #serius

        Like

  8. Pertama sih setuju aja klo tiff ktmu am jessica but, taeyeon? Arrrr muncul lagi, huaaaa😭😭😭😭.. jessica juga, knp juga sifat ny gituπŸ˜₯😩😭 dsni kerasa banget klo tiffany itu “kasian” banget hahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s