jeti

Night confession (oneshoot)

Night confession (oneshoot)

Cast : – Jessica jung

– Tiffany hwang

Author : simple jeti

Enjoy this story

Saat itu masih terlalu pagi untuk orang memulai hari, tapi bahkan aku sudah ada disini, dibawah pohon tengah taman kota ini.

Jangan menganggapku seeorang yang terlalu rajin hingga pada saat matahari masih memerah pun aku sudah disini, hahaha aku bahkan bisa 2 jam diatas ranjang hanya untuk mengumpulkan kesadaran.

Ini aku lakukan karena ada seseorang dijam seperti ini melewati taman ini, dia akan lewat dengan pakaian casualnya sedang berlari – lari kecil mengitari taman ini

Ku edarkan padanganku, saat mataku menangkap sosok dengan setelan pink softnya bibirku tanpa sadar tersenyum kecil, dia dengan santainya berlari kecil tanpa sadar ada sosok yang melihatnya dengan degup jantung cepat, mataku terus mengikuti arahnya berlari sampai tidak terlihat sosok tersebut.

Dan entah karena bangun terlalu pagi atau kenapa tiba-tiba saja mataku mengantuk, tanpa melawan aku pun memejamkan mataku perlahan.

Entah sudah berapa lama aku tertidur, mungkin karena terlalu lama sampai-sampai kakiku terasa kaku seperti ada beban yang cukup berat diatas kakiku, akupun memegangi kakiku berniat sedikit memijit untuk menghilangkan beban dengan tanpa membuka mata.

Oh,apa ini??kenapa seperti ada rambut halus dipahaku?apa celana jeansku tumbuh bulu?untuk menghilangkan rasa penasaranku aku pun membuka mata perlahan.

“Kiyaaa!!!SIAPA KAMU?KENAPA TIDUR DIPAHAKU?”

Aku sangat terkejut menyadari ada perempuan tidur dikakiku dengan tenangnya bahkan dia tidak ada keinginan untuk bergerak karena teriakanku.

“Jessi please, its to early to break my ears”

aku tahu suara itu”Tiffany?”

“Hmmm?”

“Sejak kapan kamu disini?”

“Entahlah,mungkin sekitar 1 jam”

“Dan sejak 1 jam yang lalu kamu tiduran dikakiku?Tiff,apa kamu tidak tahu kakiku sekarang terasa seperti kayu?,aku sampai tidak bisa merasakannya”

“Hahaha jangan berlebihan Jessi, berbaik hatilah kepadaku, aku sangat lelah”

***

Aku memandangi wajahnya yang masih menutup mata, kunikmati pesona indah dihadapanku ini, mata lentik, hidung sempurna, bibir tipis menggoda, perlahan tanganku terangkat mengelus rambutmu, dari pangkal turun ke ujung rambut, terus ku ulangi itu. Kamu tersenyum dengan perlakuanku itu.

“Wanna some breakfast?” tanyaku

“”Ok aku yang belikan, hitung-hitung pengganti kakimu itu”

Kami pun mencari sarapan di cafe terdekat yang sudah buka, sandwich dan teh hangat dipagi hari rasanya cukup,sebenarnya aku ingin kopi tapi Tiffany dengan jahat melarangnya. Ok, teh tidak buruk juga kan.

“Jessi kebetulan Dad harus keluar kota beberapa hari, menginaplah dirumahku ya”.

“Ok nanti malam, aku rasa sudah lama kita tidak menginap”

***

Malampun datang aku menuju kerumah Tiffany, rumah kami berjarak beberapa block, kami berteman sejak kami dibangku sekolah menengah. Yah, teman. Seperti yang kalian lihat, hanya teman yang saling memberi perhatian satu sama lain.

Setelah menonton beberapa acara tv kami membersihkan tubuh kami dan berbaring diranjang dengan sedikit mengobrol tentang gosip-gosip di universitas. Aku lihat kamu menguap beberapa kali, sungguh pemandangan yang imut.

Dengan rambutmu yang sedikit berantakan dan wajah yang lelah tidak membuat kecantikanmu hilang, malah menurutku sedikit errr sexy kurasa.

Tak terasa 1 jam aku memandangi wajah tidurmu, aku yang biasanya hanya dalam hitungan detik bisa tertidur kini harus tersiksa begini. Aku amati tiap lekuk wajahmu, wajah sempurnamu. Aku telusuri dengan telunjukku dari ujung kepala, turun ke dahi, hidung, pertengahan antara hidung dan bibir, lama aku memandang dan ku beranikan diri sedikit demi sedikit memajukan wajahku, setelh beberapa inchi aku perlahan menutup mata, pelaan pelaan

Chu

WOW, tubuhku rasanya meleleh, tulangku seperti tak terasa, mengapa terasa begitu indah, walaupun bibir kita hanya menempel tapi perutku terasa sangat bergejolak.

Perlahan aku membuka mataku, dan yang kulihat didepanku sangat membuat degup jantungku seakan berhenti, oh tuhan, sejak kapan kamu membuka mata.

Ku lihat kamu dengan tatapan tajam siap menghujamku, seakan kamu ingin membuat lubang di atas wajahku.

“Aku..Tiff…aku bisa menjelaskannya”

“I’m waiting Jessi”

“Tiff…demi tuhan aku tidak sedang berbuat tidak senonoh kepadamu”

“Lalu apa itu tadi? Rape?”

“Oh GOD Tiff, kenapa kamu mengatakan seperti itu, seakan aku sedang memanfaatkanmu”

“Tapi yang terlihat seperti itu Jessica”

“Tidak, ini karena…”

“Karena?”

“Becauseiloveyou”

“Apa?perlahan-lahan bicaranya Jessi”

“Tiffany,sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu sejak waktu yang lama”

Kamu hanya mengerjapkan matamu, tanpa mengeluarkan kata.

“Tiff, aku tau ini tidak masuk akal tapi percayalah rasa ini datang dengan brutalnya tanpa bisa dicegah”

Kamu pun menabrakkan tubuhmu kearahku, sampai aku terdorong sedikit kebelakang, lenganmu memeluk erat leherku, aku pun membalas pelukanmu walaupun aku belum tahu apa maksud pelukanmu ini.

“Aku kira kamu tidak akan pernah mengatakannya, aku kira cuma aku yang merasa cinta tanpa ada balasan darimu Jessica”

Kurasa sekarang pendengaranku sedikit terganggu, aku tahu tidur seranjang dengan Tiffany adalah ide yang buruk.

“Jadi kamu juga mencintaiku?”

“Tentu”

“Tapi Tiff, kenapa kamu bisa bangun tadi, aku kira kamu tertidur”

“Dengan tangan yang tidak sopan terus merabaku, siapa yang tidak terbangun”

“Demi tuhan itu cuma jariku, pun juga masih wajahmu saja, jangan berlebihan”

Kamu perlahan melepaskan pelukanmu, dia menatapku dengan tatapan berbinar.

“Thanks Jessi, terima kasih telah mencintaiku”

“Aku pun juga, ini sangat berati untukku”

Kami saling tersenyum, menikmati rasa baru yang hadir, tidak lagi rasa yang harus dipendam, sekarang kami bisa selalu menunjukan isi hati kita.

Perlahan tapi pasti kamu mengikis jarak antara wajah kita, lenganmu sudah nyaman membungkus leherku, dan ciuman pun tidak bisa dihindari. Aku pun tidak ada niatan untuk menghindar.

Ciuman yang hanya ciuman sederhana, tidak ada lumatan, tidak ada esapan. Tapi mampu membuat kita sadar akan arti satu sama lain.

I love you, and i’m happy for that.

END

*****

Author note :

Heeii, ini first author note hahaha tau dah mau ngmg apaan. Benernya sih mau upload pas weekend, tapi entah kenapa malah sekarang updatenya. Anggep aja weekendnya maju yah.

Sekali lagi saya bilang, aya bukan author handal yang bisa nulis bagus, alur keren naik turun kayak layangan. Ya kayak gini gaya nulisnya, ngebosenin kronis gini.

Yah emang gak ngarepin komen banyak-banyak, ada yang mau main kesini aja udah seneng banget. Tapi kalo emang ada yang baek komen tak doain jodohnya deket ye, kalo udah deket yah tak doain rejekinya lancar biar bisa beli paketannya lancar ๐Ÿ™‚ .

Advertisements

22 thoughts on “Night confession (oneshoot)”

  1. waktu baca scene pertama, tak kira mereka ga saling kenal, dan jessi adalah pengagum rahasia yg jadi seorang stalker. ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„
    ternyata mereka saling kenal dan udah sahabatan lama. yg saling memendam rasa. ๐Ÿ˜
    menginap is good idea.
    akhir nya mereka saling ngungkapin perasaan. dan ……. yeyy.. … chukkae jeti yg udah jadian ๐Ÿ˜‚

    Like

    1. Yup bener bgt emang dbwt feelx kyk gitu, authorx agak resek emang hahaha. Seneng deh kalo readerx bs dapet feel d ff yg q bwt ๐Ÿ™‚ . ya gitu senyum yg banyak soalx kalo mau ada ff sad biar gak down hahaha *ketawa jahat bgt

      Like

  2. hahahaa….. aku tadi ga baca tuh note author. krn langsung di baca tanpa pake browser waktu ada email masuk, jadi ga muncul tuh note.
    ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„ ……. wah maksih doa nya….. ๐Ÿ˜ƒ

    Like

  3. Kyaaaaa Fany diem2 juga nikmatin juga tuh sentuhan jessi..btw semangat ya Thor bikin ff Jeti nya, kalau bisa bikin nya yg ber chapter2 juga ya๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Like

    1. Woi jangan teriak2 woi, mah siapa yg kagak seneng digituin njess hahaha, iya semangatx makasih. Iya rencana kearah sana tapi emang hatus pemikiran extra dan idex gak boleh abis jd ya emang lg nyariin si ilham sih. Thanks to comment ๐Ÿ™‚

      Like

    1. Hahaha jangan ngarep banyak dah, gue emang lagi ngajak ribut makax di end in di situ aja…kan ini juga baru jadian mesum amat tuh jeti ntar :-\ . thanks to comment ๐Ÿ™‚ keep waiting

      Like

  4. woahh Jeti is so sweet๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š
    kirain gue mereka udah pacaran loh, ternyata belom๐Ÿ˜„

    coba bikin chapter dong author, gue bakalan komen dah,
    kalo ada kuota haha๐Ÿ˜๐Ÿ˜„

    Like

    1. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ iya emang mereka tingkahnya udah kayak pacaran
      Hahaha emang rencanax mau buat chapter kok tapi emang masih dalam proses
      Yah kenapa kuota yg memisahkan kita ๐Ÿ˜ฅ

      Like

  5. awal bca ta kira jessie jd pengagum patini ampe rela bangun pagi” gt cma buat liat patini eh trnyata udh sahabatan sejak lama dan trnyata sama” saling ska, ta kira patini mau marah ma jessie pas jessie cium dia krna dia udh ska’a ma cwo eh trnyata patini udh menanti” momen itu haha
    aku lbh ska cerita kya gni cerita’a yg ringan ga terlalu bnyak drama hehe

    Like

  6. Hahaha aku yg nulis aja juga ngira gitu eh ternyata enggak, kalo tak buat tiff marah kasian jess. Emang kamu gak kasian hahaha.iya ini emang masih amatir tangan masih gemeter kl nulis konflik banyak2

    Like

  7. Aku pikir aku suka author, cara nulis dan ngebahasain ceritanya ringan,, maaf bru coment ini, padahal dah baca marathon yang series nya, hehe

    Like

  8. hahahahaha..lucu deh jessie ambil kesempatan saat tiff lgi tdur tapi syukurlah jdi awal hubungan mereka mnjadi kekasih..
    ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    Like

  9. Asik n simple aj crtny tp manis dptny.
    Akhirny kesampian stlh sekian lm terpndam.
    Moment yg tpt n tmpt yg tak terdg.klo Jessi g nkad tunjukin g mngkin Fany th klo mrk jg slg cinta….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s